Pengertian etika profesi
Etika berhubungan dengan perilaku manusia. Manusia itu yakin dan wajib
berbuat baik dan menghindari yang jahat. Oleh karena itu dalam etika
mempermasalahkan hal-hal seperti: apakah yang disebut baik itu, apakah
yang buruk itu, apakah ukuran baik dan buruk itu, apakah suara batin
itu, mengapa orang terikat pada kesusilaan.
Profesionalisme adalah suatu kemampuan yang dianggap berbeda dalam
menjalankan suatu pekerjaan . Profesionalisme dapat diartikan juga
dengan suatu keahlian dalam penanganan suatu masalah atau pekerjaan
dengan hasil yang maksimal dikarenakan telah menguasai bidang yang
dijalankan tersebut.
Beberapa pengertian tentang etika profesi
1. Merupakan hasil pengaturan diri profesi yang bersangkutan dan ini
perwujudan moral yang hakiki, yang tidak dapat dipaksakan dari luar.
2. Dapat berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri.
3. Merupakan rumusan norma moral manusia yang mengemban profesi itu. 4. Tolak ukur perbuatan anggota kelompok profesi.
4. Merupakan upaya pencegahan berbuat yang tidak etis bagi anggotanya
Pengertian Profesi
Sebelum membahas ini lebih dalam kita harus tau dulu apa itu profesi.
Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk
menghasilkan nafkah hidup dengan mengandalkan suatu keahlian yang
dimiliki.
Ciri-Ciri Profesi :
· Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi
harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
· Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini
dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang
bertahun-tahun.
· Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya
setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
· Izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan
selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai
kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan
sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu
ada izin khusus.
· Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.
Prinsip Etika Profesi :
1.Tanggung jawab
2.Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
3.Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.
4.Keadilan, Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.
5.Otonomi, Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya.
Syarat Suatu Profesi :
1.Melibatkan kegiatan intelektual.
2.Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
3.Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan.
4.Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
5.Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen.
6.Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.
7.Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
8.Menentukan standarnya sendiri, dalam hal ini adalah kode etik.
Peranan Etika dalam Profesi :
· Etika milik setiap kelompok masyarakat Masyarakat Profesional Para
anggota profes yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang
telah disepakati bersama. Contoh : mafia peradilan, klinik super mewah.
Gambaran Umum Pekerjaan di bidang Teknologi Informasi
Dengan posisi tenaga kerja di bidang Teknologi Informasi (TI) yang
sangat bervariasi karena menyesuaikan dengan skala bisnis dan kebutuhan
pasar, maka sangat sulit untuk mencari standardisasi pekerjaan di bidang
ini. Tetapi setidaknya kita dapat mengklasifikasikan tenaga kerja di
bidang Teknologi Informasi tersebut berdasarkan jenis dan kualifikasi
pekerjaan yang ditanganinya. Berikut ini adalah penggolongan pekerjaan
di bidang teknologi informasi yang berkembang belakangan ini.
Secara umum, pekerjaan di bidang Teknologi Informasi setidaknya terbagi dalam 4 kelompok sesuai bidang pekerjaannya.
1. Kelompok Pertama, adalah mereka yang bergelut di dunia perangkat
lunak (software) baik mereka yang merancang sistem operasi, database
maupun sistem aplikasi. Pada lingkungan kelompok ini terdapat
pekerjaan-pekerjaan seperti misalnya :
1.Sistem analis, merupakan orang yang bertugas menganalisa sistem yang
akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa sistem yang ada, tentang
kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain sistem
yang akan dikembangkan.
2.Programmer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan
rancangan sistem analis yaitu membuat program (baik aplikasi maupun
sistem operasi) sesuai sistem yang dianalisa sebelumnya.
3.Web designer adalah orang yang melakukan kegiatan perecanaan, termasuk
studi kelayakan, analisis dan desain terhadap suatu proyek pembuatan
aplikasi berbasis web.
4.Web programmer orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web
designer yaitu membuat program berbasis web sesuai desain yang telah
dirancang sebelumnya.
5.dan lain-lain.
2. Kelompok kedua, adalah mereka yang bergelut di perangkat keras
(hardware). Pada lingkungan kelompok ini terdapat pekerjaanpekerjaan
seperti :
1.Technical enginer, sering juga disebut sebagai teknisi yaitu orang
yang berkecimpung dalam bidang teknik baik mengenai pemeliharaan maupun
perbaikan perangkat sistem komputer.
2.Networking Engineer, adalah orang yang berkecimpung dalam bidang
teknis jaringan komputer dari maintenance sampai pada
troubleshooting-nya.
3.dan lain-lain.
3. Kelompok ketiga, adalah mereka yang berkecimpung dalam operasional
sistem informasi. Pada lingkungan kelompok ini terdapat
pekerjaan-pekerjaan seperti :
1.EDP Operator, adalah orang yang bertugas untuk mengoperasikan
program-program yang berhubungan dengan electronic data processing dalam
lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.
2.System Administrator, merupakan orang yang bertugas melakukan
administrasi terhadap sistem, melakukan pemeliharaan sistem, memiliki
kewenangan mengatur hak akses terhadap sistem, serta hal-hal lain yang
berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah sistem.
3.MIS Director, merupakan orang yang memiliki wewenang paling tinggi
terhadap sebuah sistem informasi, melakukan manajemen terhadap sistem
tersebut secara keseluruhan baik hardware, software maupun sumber daya
manusianya.
4.dan lain-lain
4. Kelompok yang keempat, adalah mereka yang berkecimpung di
pengembangan bisnis Teknologi Informasi. Pada bagian ini, pekerjaan
diidentifikasikan oleh pengelompokan kerja di berbagai sektor di
industri Teknologi Informasi.
Kode Etik
Kode yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata, tulisan
atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu, misalnya untuk
menjamin suatu berita, keputusan atau suatu kesepakatan suatu
organisasi. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis.
Kode etik yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok
tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun
di tempat kerja.
Kode etik profesi merupakan sarana untuk membantu para pelaksana sebagai
seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi
pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan
dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan Kode Etik Profesi
· Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
· Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
· Untuk meningkatkan mutu profesi.
· Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
· Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
· Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
· Menentukan baku standarnya sendiri.
Fungsi Kode Etik Profesi
Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang
prinsip profesionalitas yang digariskan. Maksudnya bahwa dengan kode
etik profesi, pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh
dia lakukan dan yang tidak boleh dilakukan.
Kode etik profesi merupakan sarana kontrol social bagi masyarakat atas
profesi yang bersangkutan. Maksudnya bahwa etika profesi dapat
memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami
arti pentingnya suatu profesi, sehingga memungkinkan pengontrolan
terhadap para pelaksana di lapangan keja (kalanggan social).
Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi
tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Arti tersebut dapat
dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau
perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain
instansi atau perusahaan.
Faktor penyebab pelanggaran kode etik profesi IT
1. tidak berjalannya control dan pengawasan dri masyarakat
2. organisasi profesi tidak di lengkapi denga sarana dan mekanisme bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan
3. rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode etik
profesi, karena buruknya pelayanan sosialisasi dari pihak prepesi
sendiri
4. belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari para pengemban profesi IT untuk menjaga martabat luhur profesinya
5. tidak adanya kesadaran etis da moralitas diantara para pengemban profesi TI untuk menjaga martabat luhur profesinya.
Aspek-aspek Tinjauan Pelanggan Kode Etik Profesi IT
Semua teknologi adalah pedang bermata dua, ia dapat digunakan untuk
tujuan baik dan jahat. Contoh teknologi nuklir dapat memberikan sumber
energi tetapi nuklir juga enghancurkan kota hirosima. Seperti halnya
juga teknologi kumputer, orang yang sudah memiliki keahlian dibidang
computer bias membuat teknologi yang bermanfaat tetapi tidak jarang yang
melakukan kejahatan.
Aspek Hukum
Hukum untuk mengatur aktifitas di internet terutama yang berhubungan
dengan kejahatan maya antara lain masih menjadi perdebatan. Ada dua
pandangan menganai hal tersebut antara lain :
1. Karakteristik aktiofitas di internet yang bersifat lintas batas sehingga tidak lagi tunduk pada batasan2 teritorial
2. system hokum tradisiomal (The Existing Law) yang justru bertumpu pada
batasan-batasan teritorial dianggap tidak cukup memadai untuk menjawab
persoalan-persoalan hukum yang muncul akibat aktifitas internet.
Aspek Pendidikan
Dalam kode etik hacker ada kepercayaan bahwa berbagi informasi adalah
hal yang sangat baik dan berguna, dan sudah merupakan kewajiban (kode
etik) bagi seorang hacker untuk membagi hasil penelitiannya dengan cara
menulis kode yang open source dan memberikan fasilitas untuk mengakses
informasi tersebut dan menggunakn peralatan pendukung apabila
memungkinkan. Disini kita bias melihat adanya proses pembelajaran.
Aspek Ekonomi
Untuk merespon perkembangan di Amerika Serikat sebagai pioneer dalam
pemanfaatan internet telah mengubah paradigma ekonominya yaitu paradigma
ekonomi berbasis jasa (From a manufacturing based economy to service –
based economy). Akan tetapi pemanfaatan tknologi yang tidak baik (adanya
kejahatan didunia maya) bias mengakibatkan kerugian ekonomi yang tidak
sedikit di Indonesia ada 109 kasus yang merupakan predikat PRAUD (Credit
Card) korbannya 80% adalah warga AS.
Aspek Sosial dan Budaya
Akibat yang sangat nyata adanya cyber crime terhadap kehidupan social
budaya di Indonesia adalah ditolaknya setiap transasi di internet dengan
menggunakan kartu kredit yang dikeluarkan oleh perbankan Indonesia.
Masyarakat dunia telah percaya lagi dikarenakan banyak kasus credit card
PRAUD yang dilakukan oleh netter asal Indonesia. Cyber Crime :
perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang
berbasis pada kecanggihan terhadap teknologi computer dan
telekomunikasi.
Sumber:http://kelompokempat-dwi.blogspot.com/2012/02/peran-etika-dan-profesionalisme-di.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar