Jumat, 06 April 2012

E-Learning Sebagai Media Pembelajaran

E-Learning merupakan   metode   pembelajaran   yang   berfungsi   sebagai   pelengkap   metode pembelajaran  konvensional  dan  memberikan  lebih  banyak  pengalaman  afektif  bagi  pelajar. Singkatnya,  E-Learning  menggunakan  teknologi  untuk  mendukung  proses  belajar. Inti  dari  E-Learning ialah metode dimana peserta didik diposisikan  sebagai prioritas utama dengan meletakan semua sumber bahan ajar di genggamannya. Peserta didik akan dapat mengatur durasi mata kuliah  dalam  mempelajarinya dan  akan  mampu  menyerap  serta  mengembangkan  pengetahuan dan keahlian dalam sebuah lingkungan yang telah dibentuk khusus bagi dirinya.

Perbedaan Pembelajaran konvensional dengan E-Learning yaitu pada pembelajaran konvensioanal guru dianggap sebagai orang yang serba tahu dan ditugaskan untuk menyalurkan ilmu pengetahuan kepada pelajarnya. Sedangkan di dalam E-Learning fokus utamanya adalah pelajar. Pelajar mandiri pada waktu tertentu dan bertanggung jawab untuk pembelajarannya. Suasana pembelajaran E-Learning akan memaksa pelajar memainkan peranan yang lebih aktif dalam pembelajarannya. Pelajar membuat perancangan dan mencari materi dengan usaha, dan inisiatif sendiri. Menurut Reza Syaeful (2007), perbedaan pembelajaran E-Learning dengan metode pengajaran konvensional adalah sebagai berikut :


Dalam pendidikan konvensional fungsi E-Learning bukan untuk mengganti, melainkan memperkuat model pembelajaran konvensional. Dalam hal ini Cisco (2001) menjelaskan filosofis E-Learning sebagai berikut:
  1. E-Learning merupakan penyampian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan secara online.
  2. E-Learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROOM, dan pelatihan berbasis komputer) sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi
  3. E-Learning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan.
  4. Kapasitas siswa sangat bervariasi tergantung pada bentuk isi dan cara penyampaiannya. Makin baik keselarasan antar content dan alat penyampai dengan gaya belajar, maka akan lebih baik kapasitas siswa yang pada gilirannya akan memberi hasil yang lebih baik
E-Learning   bukan   hanya   sekedar   kursus   online,   akan   tetapi   juga   membantu   memperluas wawasan. Metode ini memberikan akses kepada informasi online, juga tersedia jaringan dimana para  individu  dapat  saling  memecahkan masalah, disana terdapat para pengajar yang hadir untuk menyediakan bimbingan dan nasihat. Menurut Reza Syaeful (2007), E-Learning  menawarkan  kesempatan  akademis  yang  unik  untuk  memperluas  pengetahuan peserta didik.
Dalam dunia pembelajaran elektonik, ada keuntungan langsung yang diperoleh melalui E-Learning seperti :
  1. Membantu munculnya pertanyaan yang lebih interaktif dan berlingkup luas.
  2. Mendukung  dan memfasilitasi kolaborasi tim dan juga   memperluas kemudahan untuk mengakses pendidikan melampaui batasan institusi, geografis dan budaya.
  3. Catatan  kelas  dan  materi  langsung  tersedia  di  Internet  dimana  para  pelajar  dapat mengakses    situs    tersebut    dari    belahan    dunia manapun.    Ini    berbeda    dengan pembelajaran  jarak  jauh (distance  learning)  dimana  peserta didik  diberikan materi  kelas dan mempelajarinya sendiri sampai dengan waktu ujian
  4. E-Learning sangat interaktif, software yang  tesedia   memungkinkan   peserta didik untuk berkomunikasi, tidak hanya dengan pengajar tetapi juga dengan sesama peserta didik.
  5. E-Learning  memiliki  kemampuan  untuk  berkomunikasi  secara  konsisten  pada  peserta didik  dengan menyediakan informasi dan konsep yang sama, berbeda dengan pembelajaran di kelas dimana instruktur yang berbeda mungkin tidak akan mengikuti kurikulum yang sama atau bahkan mengajarkan hal yang berbeda di dalam kurikulum.
  6. E-Learning  merupakan  solusi  murah  dalam  hal  jumlah  peserta didik  tiap  instruktur.  Sebagai tambahan, ini juga mengurangi waktu belajar di kelas dan sangat berguna bagi peserta didik yang memiliki pekerjaan tetap.
  7. Peserta didik, instruktur dan penilai dapat mengawasi hasil belajar dengan mudah.
Menurut Siahaan (2004) dalam (Yani : 2007), setidaknya ada tiga fungsi E-Learning terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas (classroom instruction)
  1. Suplemen (tambahan). Dikatakan berfungsi sebagai suplemen apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dalam hal ini tidak ada keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi. Sekalipun sifatnya opsional, peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan.
  2. Komplemen (pelengkap). Dikatakan berfungsi sebagai komplemen apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima peserta didik di dalam kelas. Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pengayaan atau remedial. Dikatakan sebagai pengayaan (enrichment), apabila kepada peserta didik yang dapat dengan cepat menguasai/ memahami materi pelajaran yang disampaikan pada saat tatap muka diberi kesempatan untuk mengakses materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dikembangkan untuk mereka. Tujuannya agar semakin memantapkan tingkat penguasaan terhadap materi pelajaran yang telah diterima di kelas. Dikatakan sebagai program remedial, apabila peserta didik  yang mengalami kesulitan memahami materi pelajaran pada saat tatap muka diberikan kesempatan untuk memanfaatkan materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dirancang untuk mereka. Tujuannya agar peserta didik semakin mudah memahami materi pelajaran yang disajikan di kelas.
  3. Substitusi (pengganti). Dikatakan sebagai substitusi apabila E-Learning dilakukan sebagai pengganti kegiatan belajar, misalnya dengan menggunakan model-model kegiatan pembelajaran. Ada tiga model yang dapat dipilih, yakni : (1) sepenuhnya secara tatap muka (konvensional), (2) sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet, atau (3) sepenuhnya melalui internet.

Peranan Teknologi Untuk Rumah Tangga

Sebagai seorang ibu yang berkeluarga, ternyata banyak informasi yang berkaitan dan bermanfaat untuk rumah tangga. Informasi ini dapat kita akses melalui internet mulai dari resep masakan, cara hidup sehat, kecantikan, masalah bercocok tanam bahkan berita dan infotainment.

Untuk kepentingan pendidikan anak dan membantu proses belajar, informasi yang berkaitan dengan psikologi anak juga materi pendidikan seperti soal-soal ujian dan materi untuk membantu tugas sekolah, juga dapat kita akses melalui internet. Hingga saat banyak sekali situs-situs yang menyajikan data dan informasi yang bermanfaat untuk kepentingan rumah tangga secara instant.

Penggunaan internet selain untuk memperoleh informasi juga untuk komunikasi. Kita dapat mengirim email sekaligus komunikasi via chatting menggunakan fasilitas yang disediakan oleh situs-situs seperti Yahoo Mail, Yahoo Messenger, Facebook dan masih banyak lagi. Khusus dalam hal ber “chatting” , alangkah baiknya bila kita berkomunikasi untuk saling menukar informasi yang bermanfaat lebih dari sekedar “ngrumpi” yang banyak menghabiskan waktu dan energi secara percuma.

Hal yang populer saat ini, dimana kondisi ekonomi makin sulit, ternyata internet dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan tambahan income keluarga dengan melakukan bisnis online via internet. Untuk itu kita dapat mengikuti program afiliasi atau langsung belajar dari ahli internet marketing atau bisa juga berkongsi dengan ibu-ibu yang lain dan berjualan lewat internet melalui penawaran dan meraih pelanggan.

Salah satu cara yang paling mudah untuk mengakses data dan informasi adalah dengan memanfaatkan Google sebagai mesin pencari (search engine). Diawali dengan mengetik www.google.com pada alamat website dan dilanjutkan dengan mengetik kata kunci atau penggalan kalimat tentang informasi yang hendak kita cari pada kolom di halaman Google setelah itu cukup tekan tombol “enter” atau klik “Google Search”, maka tampilah semua pilihan informasi yang kita perlukan. Selain Google, saat ini ada pula mesin pencari lainnya yang baru saja diluncurkan yaitu Bing.com, yang mana cara pengoperasiannya hampir sama. Bila kita menginginkan informasi dalam bentuk format PDF, kita dapat juga menggunakan mesin pencari lainnya seperti pada www.pdf-search-engine.com dan lain sebagainya.

Terakhir, kita dituntut untuk bijak dalam hal menggunakan fasilitas internet. Banyak juga situs-situs yang dapat merugikan dan menyesatkan. Dalam hal ini diperlukan kewaspadaa kita sebagai ibu rumah tangga yang mungkin lebih banyak menghabiskan waktu di depan PC atau Laptop untuk menjelajah (surfing) di dunia maya dengan memilah dan memilih informasi mana yang baik dan mana yang buruk.